Search
Close this search box.

Mengajar Bersama Anak-Anak Migran di Permai Penang, Malaysia Oleh : Fauly Awina, KPM Internasional Malaysia

Ponorogo- Di Indonesia, pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan dijamin oleh negara. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pasal 28C ayat (1) UUD 1945 setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Mungkin pasal tersebut yang menjadi salah satu latar belakang semangat kami, peserta KPM Internasional di Malaysia untuk mengajar di Permai Penang selama 2 minggu, dari 7 -20 Juli Agustus 2023.

12 Mahasiswa dari IAIN Ponorogo, di kirim ke Malaysia untuk menjalankan pengabdian Masyarakat di sana. Salah satu peserta yakni Fauly dari jurusan Tadris IPS IAIN Ponorogo. Baginya mengajar di Permai Penang bersama dengan anak-anak para pekerja migran Indonesia-Malaysia adalah hal yang sangat membahagiakan karena dirinya dan teman-teman dapat berkontribusi untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun sedang tidak berada di Indonesia. Melihat anak-anak para pekerja migran rasanya semakin semangat untuk bersyukur bahwa dirinya dan teman-teman masih mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang layak.

Permai Penang merupakan sanggar yang bertujuan untuk mengembangkan potensi serta sumber daya Masyarakat Indonesia yang bekerja di Penang, Malaysia. Bukan hanya untuk para pekerja migran, namun juga untuk anak-anak mereka, ibarat kata sanggar ini merupakan sekolah untuk berjuang bersama dan sadar bersama. Disana Fauly dan teman-teman melakukan pengajaran mulai dari jenjang TK higga SD dengan kurikulum yang di integrasikan Indonesia Malaysia karena harapannya semoga para anak pekerja migran ini dapat mendapatkan pendidikan di sekolah legal yang diakui oleh negara Malaysia. Disana sama-sama belajar untuk menghitung, membaca, bernyanyi dan bermain. Tak jarang Fauly dan teman-teman juga mengajarkan budaya Indonesia kepada anak-anak seperti tarian daerah dan pahlawan nasional Indonesia agar jiwa serta semangat nasionalisme mereka tidak hilang.

Postingan Terkait