Search
Close this search box.

Penguatan Moderasi Beragama Melalui Strategi Nalar: Meningkatkan Wawasan dan Karakter Mahasiswa dalam Konsorsium Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

Dalam rangka memperkuat moderasi beragama di kalangan mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (T.IPS), Dosen Konsorsium Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Strategi Nalar: Meningkatkan Wawasan dan Karakter Mahasiswa.” Acara yang berlangsung pada hari Jum’at, 4 Maret 2022 ini di Indrakila ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait yang memiliki kepedulian terhadap isu moderasi beragama.

FGD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, melalui strategi nalar yang dikembangkan dalam diskusi ini, diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa serta mengembangkan karakter yang moderat dan toleran.

Dalam sambutannya, Risma Dwi Arisona, M.Pd menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. “Melalui diskusi ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada para mahasiswa, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sesi diskusi diisi dengan berbagai paparan dari para ahli dan dosen yang tergabung dalam Dosen Konsorsium Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. Mereka membahas berbagai aspek penting moderasi beragama, mulai dari konsep dasar hingga implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pandangan, sehingga tercipta dialog yang interaktif dan konstruktif.

Salah satu mahasiswa peserta FGD, M. Arifin, mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan memperkuat nilai-nilai moderasi dalam dirinya. “Diskusi ini membuka pikiran saya tentang pentingnya sikap moderat dan toleran dalam beragama. Saya jadi lebih memahami bagaimana cara mengaplikasikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Postingan Terkait